SMAN 1 MAJENE | Sulawesi Barat

JL. M. Djud P No. 2, Labuang, Banggae Timur

Cerdaskan Anak Bangsa

TIM LKIR SMAN 1 MAJENE BERPRESTASI DI TINGKAT NASIONAL

Minggu, 22 Nopember 2020 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 61 Kali

Pada final Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-52 tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dari tanggal 16-19 November 2020 secara daring, wakil SMA Negeri 1 Majene berhasil meraih juara 2 pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (Social and Behavioral Sciences), yaitu Isti Fathirah dan Dinda Rezky Audia. Hasil ini menambah prestasi gemilang SMAN 1 Majene tahun ini setelah sebelumnya KSN, FLS2N, dan LDBI juga mencapai tingkat nasional.

Bapak Prof. Dr. Gufran Darma Dirawan, ST.,M.EMD selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat memberikan apresiasi atas prestasi siswa SMAN 1 Majene yang telah mengharumkan nama provinsi Sulawesi Barat di tingkat nasional dalam sesi acara tambahan pembukaan kegiatan Sosialisasi Asesmen Nasional di SMA Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan di aula LPMP Sulbar. Bahkan keduanya dijanjikan akan mendapatkan beasiswa untuk lanjut di perguruan tinggi. Dalam acara tambahan tersebut Kadisdikbud juga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah SMAN 1 Majene bapak Muliadi, S, S.Pd.,M.Pd, wakasek kesiswaan bapak Kasman S.Pd.,M.Pd, dan pembina KIR ibu Herlina, S.Pd.,M.Pd.

Saat ini keduanya merupakan peserta didik kelas XII MIPA 3 dan juga aktif sebagai anggota Kelompok Ilmiah Remaja sekolah. Mereka mengajukan proposal dengan judul "Pelestarian Bahasa Mandar dengan Teknik Dubbing melalui Film "Miss Granny" hingga akhirnya menjadi sebuah karya ilmiah yang lolos sebagai finalis. LKIR merupakan ajang kompetisi ilmiah bagi siswa SMP dan SMA. Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan mereka dalam menganalisa permasalahan dalam mencari solusi yang tepat melalui penelitian ilmiah dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ide judul proposal mereka muncul dari peristiwa yang terjadi di kehidupan sehari-hari remaja di SMA Negeri 1 Majene. Melihat dan mengamati hal-hal yang terjadi di sekitar ternyata banyak remaja yang minim mengenai kosakata dalam Bahasa Mandar. Terlebih lagi, minat remaja mengenai film berbahasa asing khususnya Bahasa Korea sangat tinggi. Sehingga mereka memutuskan untuk menjadikan film sebagai media pelestarian bahasa Mandar dengan teknik dubbing.Penelitian berlangsung selama 4 bulan dengan bimbingan dari Andrian Wikayanto, M.Ds selaku mentor LIPI, Herlina, S.Pd.,M.Pd selaku guru pembimbing, dan pihak lainnya yang telah membantu penelitian. Film korea berjudul “Miss Granny” yang menjadi pilihan selanjutnya melalui proses dubbing ke dalam bahasa Mandar selama 6 hari. Para dubber yang terpilih sebanyak 23 orang dikumpulkan di salah satu rumah warga di desa Banua kecamatan Sendana untuk mendapatkan arahan mengenai tokoh yang akan diperankan serta cara melakukan dubbing. Selanjutnya dilakukan proses editing dari hasil rekaman dubbing. Proses penayangan film terhadap 250 responden dilakukan secara bertahap di sekolah. Ada dua variabel yang diukur yaitu variabel persepsi dan variabel pengetahuan. Pada variabel persepsi terdapat remaja yang suka dan tidak suka menonton film serta beberapa scene yang menarik perhatian responden. Pada variabel pengetahuan diberikan pretest dan posttest. Berdasarkan kedua variabel tersebut diperoleh data bahwa setelah responden diberikan perlakuan menonton film hasil dubbing bahasa Mandar terdapat peningkatan kosa kata bahasa Mandar dari responden. Kesimpulannya, film dubbing bahasa Mandar dapat dijadikan sebagai media untuk melestarikan bahasa Mandar.

Dinda Rezky Audia (kiri) dan Isti Fathirah (kanan)

"Kami mengirim karya pada tanggal 17 Mei 2020. Pada tanggal 6 Juli pengumuman proposal terbimbing LKIR, tak sedikit pun terlintas dipikiran kami bahwa proposal kami akan terpilih diantara ribuan proposal yang mendaftar. Saat pengumuman berlangsung disebutkan terlebih dahulu juara harapan 1, kemudian juara 3 saat itu kami sudah tidak berharap mendapat medali karena sudah 2 yang disebutkan dan nama kami tak kunjung juga disebutkan. Tetapi pada saat pengumuman juara 2 alhamdulillah foto kami tiba-tiba berada di layar laptop seolah mimpi tapi nyata, tangis bahagia pun tak bisa kami tahan karena mengingat perjuangan kami selama 5 bulan tidak sia-sia dan akhirnya membuahkan hasil" kesan Isti. Ia pun berpesan kepada siswa-siswi SMAN 1 Majene, khususnya anggota KIR untuk memunculkan ide kreatif, tidak bosan berkarya, tidak menganggap menulis itu adalah beban, dan siapkan proposal terbaik sedini mungkin agar jika nanti lomba atau olimpiade penelitian kembali dibuka karya atau tulisan bisa langsung diikutkan dalam lomba.

Dengan adanya prestasi ini yang diraih oleh siswa  tersebut kepala sekolah SMAN 1 Majene merasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas pencapaian prestasi KIR SMAN 1 Majene tahun ini. Berikut petikan ungkapan beliau, “Saya sangat berterima kasih kepada ananda siswa kami termasuk para siswa yang terpilih menjadi responden dalam penelitian tersebut, pembina KIR ibu Herlina, S.Pd.,M.Pd. bersama tim KIR, teman-teman saya para wakasek, guru dan tendik di SMAN 1 Majene atas kerjasamanya, serta dukungan orang tua siswa yang telah rela mengizinkan anaknya untuk ikut dalam responden penelitian di tengah tantangan pandemi Covid-19 dan kepada pribadi Kabid PSMA kakanda Burhanuddin Bohari, S.Pd.,M.Pd terima kasih yang tak terhingga atas motivasi yang diberikan di setiap waktu”.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

MULIADI S, S.Pd., M.Pd

Alhamdulillah, kami sangat gembira dengan peluncuran website ini sebab akan menjadi jendela penghubung kita semua dalam menyalurkan informasi pendidikan yang…

Selengkapnya

TAUTAN